Senin, 21 Oktober 2019

                                            VIRTUAL PRIVATE SERVER

Virtual Private Server (VPS) adalah server pribadi yang keseluruhan resource-nya hanya digunakan oleh satu pengguna saja dan tidak dipengaruhi oleh pengguna lain. Pengguna dapat mengelola secara penuh semua konfigurasi dan resource yang ada pada VPS dan melakukan apa pun yang diinginkan.
Teknologi yang digunakan VPS adalah virtualisasi hardware server fisik yang kemudian dibagi menjadi beberapa resource berbeda. Disebut virtual karena pembagian ini dilakukan dengan menggunakan software sehingga dalam satu server fisik bisa terdapat beberapa VPS yang dijalankan.

Jika diibaratkan lingkup perumahan, maka server fisik merupakan kompleks dan VPS adalah rumah yang Anda tempati.  Ruang-ruang yang ada di rumah, seperti tempat parkir, ruang tamu, ruang tidur, dapur, taman, dan lain sebagainya, digambarkan sebagai Random Access Memory (RAM), Central Processing Unit (CPU), disk space, dan bandwidth.  Rumah beserta ruangannya tidak terpengaruh oleh rumah yang lain. Segala bentuk aktivitas hanya dilakukan di dalam rumah.

• FUNGSI VPS
Setelah menjelaskan mengenai apa itu VPS, saya akan sedikit membahas tentang fungsi dari VPS itu sendiri. Berikut beberapa fungsi VPS yang paling banyak diterapkan oleh pengguna:

• Server Website (Web Hosting)
Apa itu VPS sebagai server website?. Sebagian besar VPS digunakan untuk mengeksekusi halaman website atau disebut juga sebagai layanan web hosting. Pengguna akan menggunakan VPS di saat layanan mereka membutuhkan resource yang lebih tinggi. Biasanya sampai melewati batas penggunaan resource sehingga layanan hosting tidak dapat memenuhi permintaan. Sebagian besar pengguna yang menggunakan VPS adalah para developer yang memiliki klien atau perusahaan dengan load tinggi. Meskipun ada juga pribadi yang menggunakan layanan VPS karena traffic website yang dikelolanya sudah sangat padat.

• Sebagai File Hosting
Apa itu VPS hosting?. Selain file halaman website, VPS juga menyimpan file-file pribadi agar dapat diakses menggunakan jaringan internet di mana saja. Sebagian besar file hosting diperbolehkan pada layanan VPS saja dan tidak diizinkan pada layanan hosting karena hanya akan membebani server dan tentu saja mengganggu pengguna lain. Besarnya kapasitas penyimpanan pada VPS tergantung pada paket yang digunakan pengguna. Semakin besar disk space, semakin mahal pula biaya berlangganan per bulannya.

• Server Remote Desktop
Sebagian pengguna memanfaatkan VPS sebagai mesin yang menjalankan bisnis mereka. Pengguna yang menerapkan ini akan menaruh bot di dalam server. Bot akan menjalankan perintah yang sudah ditanamkan secara otomatis dalam rentang waktu tertentu. Ketika Bitcoin masih menjadi pembicaraan yang hangat , banyak pengguna mencoba menggunakan VPS untuk menambang BitCoin. Namun, hampir semua penyedia layanan VPS melarang penggunaan untuk tujuan seperti itu karena akan membuat server berada pada posisi load yang tinggi dalam waktu lama..

• Layanan VPN
Beberapa pengguna memanfaatkan layanan VPS untuk dijadikan server Virtual Private Network (VPN). VPN adalah sambungan koneksi pribadi dan hanya bisa digunakan oleh pengguna terdaftar yang memiliki username dan password untuk melakukan sambungan. VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antarperangkat. Server VPN ini dapat berupa komputer atau VPS yang sudah terinstall VPN server di dalamnya.

• Hosting Aplikasi
Terkadang developer melakukan pengembangan dan pengetesan aplikasi yang sedang dikembangkannya menggunakan VPS yang dimanfaatkan sebagai hosting aplikasi. VPS juga dapat digunakan untuk membangun custom mission critical software tanpa harus mengeluarkan biaya yang tinggi.

• Mesin Percobaan
Pada proses pengembangan website, terkadang Anda harus melakukan pengetesan yang mencakup kebutuhan sistem yang akan dijalankan. Dengan adanya VPS, segala bentuk kekurangan dapat diubah secepat mungkin. Selain itu, spesifikasi ini akan memudahkan pengembang untuk menggunakan hosting yang sesuai dengan kebutuhan website dan sistem.

•Backup Server Utama
Semua server rentan terhadap kehilangan data. Hal itu bisa terjadi karena adanya kesalahan konfigurasi bahkan pembobolan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Tujuan ditambahkannya backup server adalah untuk menyimpan data terakhir server secara up-to-dateSehingga ketika terjadi masalah yang tidak diinginkan pada server utama, akan ada backup server yang bisa di-restore sewaktu-waktu.

Pertimbangan Dalam Memilih VPS

Memilih VPS tidak boleh asal-asalan. Umumnya penyedia layanan server cloud memberikan spefisikasi yang berbeda-beda. Biasanya ada beberapa opsi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan Anda. Tentu saja, semakin besar spesifikasi yang ditawarkan, semakin banyak juga biaya yang dibutuhkan untuk menggunakannya. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih VPS yang tepat.

• HDD
Salah satu pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih VPS yang tepat untuk website atau sistem adalah harddisk yang digunakan. Saat ini sudah banyak penyedia VPS yang menggunakan SSD untuk mendukung server yang mereka sediakan. SSD dapat membaca data dengan cepat dibandingkan SATA dan SAS. Selain itu, kapasitas yang ditawarkan juga perlu dipertimbangkan. Jika kapasitas disk space yang Anda sewa kecil sedangkan kebutuhan website atau sistemnya membutuhkan disk space yang besar, maka VPS yang disewa kemungkinan akan ditangguhkan oleh penyedia layanan dikarenakan overload.

• Backup
Tidak sedikit pengguna yang mengembangkan usahanya menggunakan layanan VPS untuk menyimpan data klien mereka. Sayangnya, beberapa dari mereka melakukan kesalahan dengan tidak melakukan backup secara berkala. Beberapa kasus bahkan menunjukkan kesalahan fatal, seperti terjadinya kesalahan konfigurasi dan kesalahan lainnya yang mengakibatkan hilangnya semua data.  Karena tidak ada backup yang disimpan sebelumnya, maka masalah ini bisa menjadi lebihserius.

• Lokasi
Tidak semua penyedia layanan VPS di Indonesia meletakkan servernya di sini. Sebagian besar provider malah menggunakan server yang letaknya di luar negeri. Lokasi berpengaruh terhadap koneksi antara klien dan server. Meskipun tidak terlalu sering dipermasalahkan, beberapa pengguna mempertimbangkan faktor ini untuk mengurangi delayyang terjadi pada saat pengiriman data dari dan ke server.

• Sistem Operasi
Poin terakhir untuk dipertimbangkan adalah sistem operasi yang ditawarkan. Kebanyakan server menggunakan Linux untuk menjalankan VPS mereka. Linux menjadi sistem operasi yang populer dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Meskipun demikian, ada juga penyedia layanan VPS yang menawarkan VPS dengan sistem operasi Windows. Sesuaikan saja dengan kebutuhan Anda, apakah ingin menggunakan Linux atau Windows.

• Lokasi
Lokasi memang tidak masalah untuk beberapa pengguna, tetapi untuk pengguna yang membutuhkan keamanan dan rasa percaya data centernya aman, lokasi menjadi salah satu pertimbangannya. Dikarenakan, belum tentu perusahaan A yang kantornya berada di Inggris, servernya juga berada di Inggris. Bisa jadi server VPS yang digunakan ada di Indonesia atau negara lainnya.

KESIMPULAN
Virtual Private Server (VPS) adalah alternatif shared hosting yang dapat digunakan untuk menyimpan dan dijadikan sebagai web server. Saat menggunakan VPS maka sumber daya yang digunakan tidak terpengaruh dengan pengguna yang lain. Ini sangat berguna, apalagi saat trafik pada website mulai tinggi. Shared hosting yang terbatas jika mendapatkan trafik yang diluar batas yang ditentukan akan terjadi overload dan website tidak bisa diakses.
Di Indonesia saat ini sudah banyak layanan penyedia VPS, salah satunya adalah Niagahoster. Niagahoster menyediakan layanan sewa VPS terpercaya dengan sistem unmanaged yang bisa Anda manfaatkan untuk membangun website yang handal. Harga VPS sudah bisa didapatkan murah. Informasi terkait dengan layanan ini dapat dilihat pada halaman VPS Indonesia

Kamis, 05 September 2019

Instalasi Dan Konfigurasi WEB SERVER Debian 9 (Apache, php,mysql,phpmyad...

CARA KONFIGURASI WEB SERVER PADA DEBIAN 9


1.Setelah mengkonfigurasi DNS SERVER,selanjutnya kita akan mengkonfigurasi WEB        SERVER..INSTALL APACHE2

#apt-get install apache2


2.INSTALL PHP7

#apt-get install php7

3.lokasi file yang harus dikonfigurasi:#/etc/apache2/sites-available/
biasanya akan ada 2 file default : 000-default.conf dan default-ssl.conf
copy 000-default.conf menjadi utama.conf (untuk domain http://www.bayukris.edu)




4..copy file 000-default.conf menjadi utama.conf dengan perintah :
#cp 000-default.conf  /etc/apache2/sites-available/utama.conf  



5.KONFIGURASI: #nano /etc/apache2/sites-available/utama.confpastikan ada konfigurasi :

ServerName http://www.bayukris.edu
ServerAdmin webmaster@bayukris.edu
ServerAlias bayukris.edu
DocumentRoot /var/www/utama —— sesuai nama file “utama.conf”

SIMPAN FILE KONFIGURASI

6.NON-AKTIFKAN VIRTUAL HOST 000-default.conf
AKTIFKAN VIRTUAL HOST utama.conf#a2dissite 000-default.conf
#a2dissite default-ssl.conf
#a2ensite utama.conf

7.BUAT FOLDER : utama — lokasinya ada di /var/www/     dengan perintah :
#cd /var/www/    (enter)
#mkdir utama


8.BUAT FILE : index.html lokasinya di /var/www/utama/#nano /var/www/utama/index.html
lalu buatlah script seperri digambar ini

LALU SIMPAN
9.Setelah itu,ganti DNS pc CLIENT menjadi IP ADDRESS milik DEBIAN 9

LALU OK
10.buka browser pada PC CLIENT dan ketikkan domain name debian 9 pada alamat URL lalu enter

Demikian tutorial cara instal debian 9 sampai penginstalan WEB Server
Semoga ilmu ini bermanfaat.gf

BERIKUT VIDEONYA





Rabu, 28 Agustus 2019

Shared Hosting

Pengertian Shared Hosting



Shared Hosting Adalah sebuah server yang digunakan secara bersama-sama dengan pengguna lain untuk keperluan email, website, file-file dan lain-lainnya.


Kelebihan dan Kekurangan dari Shared Hosting Dalam penggunaan layanan hosting pasti memiliki kelebihan dan kekurangan di masing-masing jenis hosting yang tersedia, untuk simak beberapa penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari shared hosting berikut ini.


Kelebihan Shared Hosting



  • Biaya Murah


Penggunaan Mudah Didalam layanan shared hosting pengguna akan dimudahkan karena nanti semua operasional server akan diambil ahli oleh penyedia layanan sehingga bagi para pemula yang tidak memiliki pemahaman mengenai pemograman masih tetap bisa untuk mengelola situs web atau blognya. Namun saat nanti web atau blog pengguna layanan shared hosting sudah mempunyai jangkauan yang luas dan pengunjung yang luar biasa banyaknya, maka perlu untuk mengganti layanan hosting ke VPS atau dedicated web server. menjalankan layanan hosting. Namun dishared hosting pengguna tidak perlu kesulitan lagi karena semua server akan diambil ahli oleh penyedia layanan hosting tersebut, untuk itu shares hosting sangat ideal bagi pemula blog atau web bisnis kecil. Alasannya adalah karena kembali lagi menyesuaikan pada kebutuhan dimana untuk web yang sudah besar dan memiliki banyak pengunjung lebih cocok dengan layanan hosting yang lainnya, jika pengguna masih menggunakan shared hosting maka situsnya akan berdampak pada situs lainnya didalam server yang sama dan pengaruhnya bisa membuat error atau down time. Selanjutnya jika pengguna sudah mengganti layanan hosting maka harus belajar pengetahuan mengenai pemograman. 


  • Administrasi dan Pemeliharaan Server Mudah


Sesuai dengan penjelasan diatas bahwa shared hosting sangat cocok bagi pemula yang baru memiliki pemahaman mengenai dunia web dan layanan hosting. Dengan menggunakan jenis hosting ini pengguna lebih difokuskan pada pembelajaran mengenai blog ataupun website yang sedang dibangun, namun hal ini hanya sementara waktu karena pengguna harus mengganti layanan ketika sudah mengalami traffic pengunjung. Mengenai administrasi dan pemeliharaan server pengguna tidak perlu memikirkannya lagi karena semuanya sudah diambil ahli oleh penyedia layanan hosting. Sangat Ideal untuk Blog maupun Website Bisnis Skala Kecil Shared web hosting ini dikatakan sangat ideal untuk pengguna situs blog maupun website bisnis dengan skala yang kecil. Alasannya pertama karena pertimbangan anggaran, hal ini tentu sering terjadi pada seseorang yang memulai bisnis kecil-kecilan dimana untuk mengurangi resiko kerugian yang besar maka seseorang akan lebih menghemat uang terkait anggaran. Karena shared hosting ini menawarkan layanan dengan harga yang sangat murah maka sangat cocok untuk seseorang yang melakukan bisnis dengan situs blog atau web dengan skala kecil. Lalu alasan yang kedua adalah mengenai pehaman dan kemampuan seseorang dalam mengelola hosting, tentu untuk yang baru terjun di dunia web hosting akan kesulitan untuk


  • Control Panel yang mudah


Dengan menggunakan shared hosting ini pengguna akan diberi kemudahan dalam hal control panel karena penyedia layanan hosting akan memberika akses yang luas terhadap hal tersebut. Dalam mengelola website atau blog akan lebih mudah lagi karena pengguna sudah memiliki akses control panel, sehingga pengguna akan bisa memanfaatkan banyak fitur yang tersedia misalnya ketika akan mengunggah file ataupun gambar akan lebih lancar dan mudah serta untuk memudahkan pengguna yang ingin melihat statistic apapun yang berkaitan dengan web atau blognya.


  • Email akan masuk pada akun email pengguna 


Sudah kita ketahui bahwa penggunaan layanan shared hosting ini adalah dilakukan bersama-sama dengan berbagi server pada pengguna lain. Namun tidak perlu khawatir mengenai email yang dikirim untuk pengguna akan masuk pada email pengguna bukan semua email yang masuk pada layanan server yang sama.


 Kekurangan Shared Hosting


  • Area Kontrol Terbatas pada Server


Memungkinkan Terjadinya Crash Sebagaimana telah dijelaskan bahwa jenis layanan shared hosting ini adalah yang menggunakan banyak pengguna di dalam satu server, dengan hal tersebut tentu sudah tidak heran lagi jika sewaktu-waktu akan terjadi crash. Adanya beban yang berat terutama jika sedang ada traffic akan berpengaruh terhadap kinerja situs web atau blog pengguna lainnya dan akhirnya terjadi gangguan layanan atau crash

  •  Keamanan yang kurang


Dalam shared hosting yang memberi ruang yang luas dalam satu server, akan lebih rentan terhadap penyalahgunaan akses atau fitur lainnya yang sangat sensitive. Denga hal tersebut pasti akan banyak memunculkan masalah pada server dan bahkan akan terbuka celah dari keamanan yang dipasang.


  •  Penggunaan Sotware lain terbatas 


Pengguna shared hosting tidak bisa mendapatkan akses dalam menggunakan atau menjalankan software lain selain yang telah ditawarkan oleh penyedia layanan hosting.



 Demikian informasi mengenai shared hosting yang merupakan salah satu layanan hosting paling diminati oleh para pemula. Penjelasan diatas pun juga mengenai kelebihan dan kekurangan yang ada pada layanan shared hosting.



 Ketahui Jenis-jenis Hosting Sebelum Membelinya Cloud Hosting. ... Managed WordPress Hosting. ... VPS Hosting. ... Dedicated Hosting .
 Contoh ; Google Drive, 4shared, zippy shared Download disini
Download Button

Senin, 05 Agustus 2019

Control panel hosting

Control panel hosting memegang peranan penting dalam pengelolaan web. Bagi webmaster, mungkin setiap hari mengakses control panel ini, baik untuk mengelola website milik klien, Pengertian Control Panel Hosting adalah sebuah aplikasi  yang dapat dijalankan melalui browser, yang berfungsi untuk mengatur hosting, seperti membuat atau mengelola database, menginstal website, membuat email, membuat sub domain atau add on domain, dan banyak fungsi lainnya.

 Wikipedia:
Control panel hosting adalah antarmuka berbasis web yang disediakan oleh layanan web hosting yang memungkinkan pengguna untuk mengelola server dan layanan host mereka.

Control panel hosting yang tersedia saat ini sangat beragam, diantaranya ialah:
-cPanel
-Plesk
-Ensim
-Direct Admin
-SPanel
-GPLHost
-VHCS.
-Virtualmin / Webmin

Control hosting yang paling banyak digunakan di Indonesia ialah cPanel dan Plesk. Dan diantara berbagai macam controp panel tersebut ada yang gratis dan ada juga yang berbayar.
Jika kita membeli web hosting, biasanya control panel tersebut sudah disediakan oleh penyedia web hosting, kecuali paket hosting yang tidak dimanage yang biasa kita temukan di penyedia hosting luar, seperti unmanage VPS.
Tak hanya pengelola hosting, jika kita membeli paket hosting reseller, juga ada yang namanya WHM yang fungshinya untuk membuat paket-paket space dan bandwith yang disewakan kepada user lain atau kepada klien. WHM ini memiliki otoritas lebih tinggi dibandingkan dengan control panel yang digunakan oleh user atau pemilik website.

Modul-Modul Control Panel Hosting:
Biasanya control panel hosting berisi modul-modul antara lain:
-Web server (misalnya Listpeed, Apache, Nginx, IIS)
-DNS Server
-Mail server dan spam filter
-FTP server
-Database
-File manager
-System monitor
-Web log analysis software
-Firewall

Tips memilih control panel hosting
Yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih control panel hosting yang akan digunakan:
-Antarmuka pengguna yang mudah dikelola. Control panel harus menyediakan antarmuka pengguna yang mudah dikelola sehingga pengguna dapat mengelola semua aspek dari hosting mereka dengan mudah.
-Platform bebas.Sebagian besar contol panel tersedia secara online yang dibuat untuk server berbasis Linux. Jika situs web yang Anda buat dikodekan di asp.net yang berfungsi baik dengan sistem Windows, maka Anda harus memilih control panel yang berfungsi di server Windows.
-Memiliki dukungan dan Forum. Jika panel kontrol dipasang di server, pengelolaan layanan dilakukan oleh control panel itu sendiri dan sangat penting untuk mendapatkan support jika ada masalah.
-Fitur dan dukungan Perangkat Lunak.  Penting bahwa control panel mendukung semua perangkat lunak atau fitur yang diperlukan yang harus diinstal di server.
-Efektivitas biaya. Jika Anda tidak mampu membayar untuk mendapatkan contol panel, maka Anda bisa memilih control panel gratis. Pilihan yang paling populer ialah Virtualmin / Webmin. Namun jika Anda ingin mendapatkan control panel berbayar yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan menawarkan dukungan teknis yang bagus jika membutuhkan bantuan, maka pilihan terbaik ialah cPanel, Plesk, dan DirectAdmin.
-Pembaruan Stabilitas dan Keamanan. Stabilitas dan keamanan server merupakan faktor yang sangat penting yang akan mempengaruhi bisnis Anda jika tidak dikelola dengan benar. Sangat penting menggunakan server dan control panel yang stabil dan tidak menyebabkan downtime yang tidak perlu bagi pengguna.

EHCP (Easy Hosting Control Panel)
adalah salah satu contoh control panel hosting yang open source dan dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP. EHCP sendiri tersedia secara gratis, berbeda dengan beberapa control panel hosting terkenal lain seperti cPanel dan Plesk yang berbayar. Oleh karena itu untuk menggunakan cPanel atau Plesk kita perlu mecari penyedia layanan hosting yang sudah menyediakan cPanel, sehingga penyedia layananlah yang akan membayar untuk cPanel. EHCP sendiri bisa digunakan pada server yang menggunakan linux sebagai sistem operasinya.

Demikianlah Pengertian Control Panel Hosting, jenis-jenis, modul-modul, tips memilih control panel hosting dan EHCP , semoga bermanfaat.

Rabu, 31 Juli 2019

Cara Instalasi Control Panel Hosting Atau Pada Debian 9

CARA INSTALASI CONTROL PANEL HOSTING ATAU EHCP PADA DEBIAN 9

EHCP adalah Salah satu panel hosting gratis. EHCP atau lebih dikenal dengan Easy Hosting Control Panel merupakan web hosting control panel yang dibuat untuk sistem operasi Linux dan keturunan Debian. Bisa dikatakan EHCP adalah sebuah hosting panel, Hosting panel sendiri merupakan antarmuka berbasis web yang disediakan oleh perusahaan hosting yang memungkinkan pelanggan untuk mengelola berbagai layanan mereka host di satu tempat.
B.Latar Belakang
Karena perkembangan jaman dan banyaknya perusahan yang ada, untuk itulah banyak perusahan yang membutuhkan Hosting ini untuk mengelola berbagai layanan mereka. 
C.Maksud & Tujuan
Untuk menyediakan layanan hosting
D.Alat & Bahan
Aplikasi EHCP
Server
Laptop
Koneksi Internet
E.Langkah Kerja
siapkan aplikasi ECHP nya diserver anda kemudian anda copy kan ke directory /var/www/html
siapkan aplikasi ECHP nya diserver anda kemudian anda copy kan ke directory /var/www/html



kemudian anda berpindah directory ke /var/www/html/


lalu anda ekstrak filenya



setelah itu anda ganti namanya dengan perintah "mv"


setelah itu anda berikan hak aksesnya



setelah itu anda masuk ke directory ehcp nya


kemudian kita install ehcpnya dengan perintah ./install.sh


lalu akan muncul tampilan install pertama kali klik enter saja


lalu muncul tampilan untuk perintah menginstall lamp kita tekan enter saja untuk melanjutkannya


jika muncul pertanyaan seperti ini tekan enter langsung saja


 kemudian akan muncul tampilan seperti ini klik enter saja


setelah itu anda disuruh memasukkan nama dan email anda


jika sudah dienter lalu akan muncul tampilan untuk perintah memasukkan password silahkan masukkan password anda


lalu klik enter lalu muncul tampilan perintah untuk menampilkan hostname anda silahkan klik enter

akan muncul tampilan hostname anda


lalu untuk melanjutkan klik enter saja, setelah itu muncul tampilan perintah untuk memasukkan bahasa kita masukkan bahasa nya English saja



lalu akan muncul tampilan perintah untuk menginstall fitur-fitur ehcpnya itu terserah anda tetapi saya milih no / n



tunggu sampai proses install nya selesai jika sudah selesai akan muncul tampilan seperti ini


jika ingin mengecek dibrowser silahkan masukkan alamat ip server/ehcp namun jangan kaget jika muncul tulisan warning itu karena ip yang kita gunakan adalah ip private bukan ip public namun tidak apa-apa ini hanya sebagai percobaan saja


lalu anda akan masuk ketampilan seperti ini



nah sudah selesai tinggal kita kembangkan sendiri

 


kita dapat menggunakan layanan ehcp untuk hosting dan sebagainya sesuai keinginan kita


Demikian dari saya kurang lebihnya mohon maaf semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Wr.Wb

Cara Installasi Debian Server 9

Cara Install Debian 9 (Stretch) dengan Pemartisian Manual

Instalasi sistem operasi Debian pada umumnya sama, versi berapa pun. Dan tutorial/panduan instalasi Debian sudah banyak tersebar di internet. Anda dapat dengan mudah mendapatkannya dalam sekejap melalui mesin pencari google. Lalu apa istimewanya tutorial yang saya tulis ini?

Hehehe… tidak ada yang istimewa kok. Catatan (bukan tutotial loh yah) saya ini hanya menjelaskan bagaimana melakukan instalasi dengan pemartisian secara manual. Karena kebanyakan tutorial installasi Debian adalah dengan pemartisian otomatis. Nah, pada catatan ini akan dipraktekkan cara menginstall Debian 9 (Stretch) dengan pemartisian otomatis.

Oke, tidak perlu panjang lebar. Contoh kasusnya begini :

Anda diminta untuk menginstall sebuah server dengan ketentuan :
1. Buat partisi 10GB dan kaitkan ke / (root partition)
2. Pastikan ukuran partisi swap 2xRAM
3. Buat partisi untuk /home dengan ukuran paling maksimal
4. Buat juga partisi untuk /var dengan ukuran 30% dari partisi untuk /home

Baiklah, mari dieksekusi. Saat membuat catatan ini, saya menggunakan VirtualBox untuk menginstall Debian 9. Karena jika menggunakan real server tentunya saya tidak dapat mengambil tangkapan layar :-P.




Gambar 01: Tampilan awal
Nyalakan VirtualBox, buat dan jalankan VM Debian sehingga tampil seperti Gambar 01 di atas. Ada beberapa pilihan di sana, saya akan menggunakan instalasi mode teks, maka saya ambil pilihan kedua, Install. Tekan tombol arah atas atau bawah untuk mengganti pilihan, lalu tekan [ Enter ]




Gambar 02: Pilih Bahasa
Cari dan pilih bahasa yang akan digunakan pada proses Instalasi, pilih Bahasa Indonesia untuk mengikuti catatan saya ini.



Gambar 03: Yakin memilih bahasa Indonesia?
Pilih [ Ya ] untuk melanjutkan dengan bahasa yang dipilih. Penjelasan pada gambar cukup jelas, saya kira.





Gambar 04: Pilih lokasi
Sekali lagi, pilih Indonesia.



Gambar 05: Keyboard layout
Untuk yang satu ini, biarkan default (Inggris Amerika), jangan diubah, langsung tekan [ Enter ]. Kecuali jika Anda yakin keyboard layout yang Anda gunakan bukan itu.




Gambar 06: Mengatur jaringan
Nah, pada konfigurasi jaringan ini saya memilih untuk tidak mengatur jaringan. NAT saya disable, jadi tidak akan dapat IP dari DHCP server. Pilih yang paling bawah, lalu tekan [ Enter ].



Gambar 07: Mengatur jaringan
Atur nama host, nama host adalah nama komputer. Ini bebas, sesuka hati Anda. Dalam hal ini saya menggunakan debian-server sebagai hostname-nya. Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.




Gambar 08: Kata sandi untuk akun root
Ah, sebenarnya sudah cukup jelas penjelasan pada gambar tersebut. Mulai pada Debian 9 (Stretch) ini, akun super user root boleh tidak diberi kata sandi (password), sebagai gantinya sebuah akun pengguna akan dibuat dan diberi wewenang untuk menjadi root dengan perintah “sudo”. Namun kebetulan, saya memilih untuk memasukkan kata sandi di sini :-P. Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 09: Kata sandi lagi
Masukkan kata sandi lagi.



Gambar 10: Nama pengguna
Ketikkan nama lengkap Anda, atau ketikkan samsul maarif jika Anda ingin menggunakan nama saya :-). Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 11: Nama akun
Nama akun biasanya otomatis akan menggunakan nama depan. Langsung tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 12: Kata sandi untuk akun pengguna
Ketikkan kata sandi untuk akun pengguna tersebut. Kata sandi ini bersifat wajib. Ini digunakan untuk masuk ke sistem.



Gambar 13: Zona waktu
Pilih zona waktu yang sesuai dengan tempat tinggal Anda. Lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 14: Partisi hard disk
Nah, ini nih. Inti dari catatan ini. Karena akan dilakukan instalasi dengan pemartisian manual. Pilih Manual, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 15: Partisi hard disk
Pada gambar 15 tersebut, terlihat partisi hardisknya masih kosong.

Jika pada hardisk Anda ada banyak partisi, pastikan data pada partisi hardisk tersebut sudah DIBACKUP alias DICADANGKAN, hapus semua partisi yang ada. Cara menghapusnya? Arahkan pilihan pada hardisk yang partisinya akan dihapus, tekan [ Enter ], lalu pilih yes untuk menghapusnya.
Jika Anda tidak cukup yakin, silakan pilih tombol ‹kembali› dan batalkan instalasi.

Setelah partisinya sudah kosong seperti gambar 15 tersebut, lanjutkan ke proses selanjutnya. Pilih pada RUANG KOSONG, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 16: Buat partisi baru
Pilih Buat partisi baru, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 17: ukuran partisi
Nah lagi, karena yang diminta 10 GB untuk /, maka buat dulu partisinya.





Gambar 18: Jenis partisi
Pilih Primer, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 19: lokasi partisi
Pilih Awal, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 20: partisi /
Jika berhasil akan tampil seperti Gambar 20 tersebut. Pastikan titik kait adalah /, sistem berkas yang saat ini saya gunakan adalah sistem berkas berjurnal Ext4. Pilih Selesai menyusun partisi, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 21: buat partisi baru
Selanjutnya, arahkan ke RUANG KOSONG, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan membuat partisi lagi.



Gambar 22: buat partisi baru
Pilih Buat partisi baru, lalu tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 23: partisi untuk swap
Yang diminta pada soal adalah partisi swap 2xRAM, sedangkan RAM yang saya gunakan pada VirtualBox 1 GB. Jadi saya buat partisi baru berukuran 2 GB, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan



Gambar 24: Jenis partisi baru
Pilih Logikal, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 25: lokasi partisi
Penjelasannya di gambar sudah cukup jelas, kan? Pilih Awal saja, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 26: ubah sistem berkas
Nah, karena partisi ini akan digunakan sebagai swap, arahkan ke Gunakan sebagai:, tekan [ Enter ].



Gambar 27: pilihan sistem berkas
Tarik ke bawah, dan pilih ruang swap, tekan [ Enter ] lagi.



Gambar 28: swap selesai
Tarik lagi ke bawah, pilih Selesai menyususun partisi, tekan [ Enter ] lagi.



Gambar 29: ruang kosong
Baru 2 partisi yang dibuat, selanjutnya arahkan lagi ke RUANG KOSONG, tekan [ Enter ] untuk membuat partisi baru.



Gambar 30: buat partisi baru
Sama seperti sebelumnya, pilih Buat partisi baru, tekan [ Enter ] lagi.



Gambar 31: ukuran partisi
Karena yang diminta adalah membuat partisi /home dan /var. Buat dulu partisi untuk /var agar lebih mudah, masukkan angka 30%, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.

Ini akan membuat partisi baru sebesar 30% dari sisa hardisk.



Gambar 32: jenis partisi lagi
Pilih logikal lagi, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 33: lokasi partisi baru lagi
Pilih Awal, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan lagi.



Gambar 34: ubah titik kait
Arahkan pada Titik kait di mana di situ nampak /home, tekan [ Enter ], akan muncul pilihan titik kait.



Gambar 35: pilihan titik kait
Pilih /var untuk mengganti /home. Partisi untuk /home dibuat belakangan. Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan.



Gambar 36: Selesai menyusun partisi
Setelah cukup yakin tampak seperti gambar di atas, bagian Titik kait diarahkan ke /var. Pilih Selesai menyusun partisi, tekan [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan.



Gambar 37: Sisa ruang kosong
Arahkan lagi ke RUANG KOSONG, [ Enter ] lagi di keyboard untuk melanjutkan.



Gambar 38: Buat partisi baru
Tekan [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan.



Gambar 39: ukuran partisi baru
Nah, ukuran partisi ini jangan diubah, karena berapa pun sisanya akan digunakan seluruhnya sebagai partisi untuk /home. Kecuali, jika akan membuat partisi lagi selain untuk yang sudah disebutkan di sini. Langsung tekan [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan tahap berikutnya.



Gambar 40: Logikal
Pilih jenis partisi Logikal, tekan [ Enter ] untuk melanjutkan lagi.



Gambar 41: partisi /home
Setelah tampak seperti gambar 41 di atas, Titik kait kali ini mengarah ke /home. Pilih Selesai menyusun partisi, [ Enter ] di keyboard untuk melanjutkan.



Gambar 42: Selesai mempartisi
Pada langkah ini, ditampilkan hasil pembuatan partisi yang tadi dibuat. Seperti pada gambar tersebut, terdapat sistem berkas, ukuran, titik kait, dll.

Catatan:
- Partisi logikal selalu dimulai dengan angka #5, karena partisi primer maksimal adalah 4 partisi.
- f di situ bermakna partisi tersebut akan diformat.



Gambar 43: Konfirmasi pemartisian
Sampai pada tahap ini, sebelum ‹Ya› dipilih, hardisk Anda masih tetap utuh. Belum diapa-apakan. Jadi, jika Anda membatalkan proses instalasi pada tahap ini, hardisk Anda masih utuh.

Pada pertanyaan Tulis perubahan yang terjadi pada hard disk?, pilih ‹Ya›, tekan [ Enter ] untuk mengonfirmasi perubahan. Tunggu beberapa saat, hardisk Anda sedang diformat, dibuat beberapa partisi seperti yang diminta.



Gambar 44: Repository dari DVD
Saat muncul tampilan seperti pada gambar 44 di atas, pilih ‹Tidak›.

Seperti diketahui, Debian dibagi menjadi beberapa DVD, DVD 1 berupa installer dan berisi sebagian paket, DVD 2 & 3 berisi paket saja. Paket dalam hal ini dapat disebut sebagai repositori. Repositori merupakan gudang paket aplikasi. Saat menginstall aplikasi di Debian melalui paket manajemen, paket aplikasi tersebut diambil dari repositori.

Memilih ‹Ya› akan mengharuskan Anda untuk memasukkan DVD 2 & 3, tentu akan memperpanjang proses instalasi.



Gambar 45: gunakan mirror?
Pilih ‹Tidak› juga, tekan [ Enter ] untuk mengonfirmasi.

Repository, baik daring atau melalui DVD dapat diatur setelah proses instalasi.



Gambar 46: popularity contest
Seperti tertulis pada gambar tersebut, hasil survey tersebut akan digunakan untuk menentukan paket-paket mana saja yang sebaiknya dimasukkan dalam CD Debian pertama. Pilih ‹Ya›, jika Anda berniat berpartisipasi, pilih ‹Tidak› jika Anda tidak berpartisipasi. Tekan [ Enter ] untuk mengonfirmasi.



Gambar 47: Pilihan paket
Karena akan menginstall Debian sebagai server, hanya beberapa paket yang akan diinstall. Gunakan tombol [ Space ] (spasi) di keyboard untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan pilihan paket yang akan diinstall.



Gambar 48: SSH Server
Hanya pilih SSH Server dan Perkakas sistem standar saja pada praktek ini. Tekan [ Enter ] untuk melanjutkan. Tunggu beberapa waktu hingga proses instalasi selesai, hingga muncul tampilan berikutnya.



Gambar 49: Pasang boot loader
Nah, cukup jelas penjelasan pada gambar tersebut, bukan? Pilih ‹Ya›, lalu tekan [ Enter ].



Gambar 50: Pilih hard disk
Pilih perangkat (hard disk) untuk diinstall boot loader. Dalam hal ini hard disk satu-satunya adalah /dev/sda. Jika ada hard disk lain, pastikan pilih yang benar, yaitu hard disk yang dikaitkan dengan / tadi. Pilih /dev/sda dalam hal ini, lalu tekan [ Enter ].



Gambar 51: Instalasi selesai
Sampai tahap ini instalasi telah selesai. Pilih ‹Lanjutkan› untuk mengakhiri instalasi dan komputer akan direstart. Untuk selanjutnya akan masuk ke sistem yang baru diinstall.

Pastikan CD/DVD media instalasi dikeluarkan. Sehingga saat komputer kembali dinyalakan tidak masuk lagi ke proses instalasi.



Gambar 52: GRUB boot loader
Tampilan GRUB Boot loader saat masuk ke sistem Debian yang baru diinstall.



Gambar 53: tampilan login
Ini adalah tampilan login, ibarat pintu masuk ke rumah yang baru dibuat. Masukkan nama pengguna dan kata sandi untuk masuk ke sistem.

CATATAN! Kata sandi (password) di Linux tidak akan terlihat, jadi ketikkan saja kata sandi-nya, lalu tekan [ Enter ]



Gambar 54: berhasil login
Jika nama pengguna dan kata sandi yang diketikkan benar, Anda akan masuk ke sistem. Ditandai dengan namapengguna@namahost:~$, dalam hal ini nama pengguna saya adalah samsul dan nama host adalah debian-server.

Ups, Anda lupa kata sandi yang diketikkan pada saat instalasi? Ya sudah, silakan install ulang sistem Anda. Pastikan tidak lupa lagi, itung-itung belajar memahami proses instalasi. Atau pelajari cara melakukan reset kata sandi untuk login ke sistem Linux,

Pengertian VPN, Manfaat, dan Cara Kerja VPN -  Januari 30, 2020 Pengertian VPN, Manfaat, dan Cara Kerja VPN Pengertian...